Dunia berubah sangat cepat dan terdapat celah antara model bisnis tradisional yang tersekat-sekat dan cara kerja lincah, yang dibutuhkan bisnis demi kesuksesan jangka panjang.

 

Seringkali, bisnis memandang transformasi sebagai perubahan seismik dan proyek yang mahal, padahal kadang perubahan kecil nan cerdas yang mengintegrasikan keterampilan, sistem, teknologi dan proses dapat menjadikan SDM dan bisnis Anda bergerak penuh percaya diri menuju masa depan.

 

Selain itu, desain ulang tidak selalu menyebabkan hilangnya pekerjaan, tetapi hal ini selalu menghadirkan tenaga kerja yang lebih partisipatif.

 

Pengaturan strategis dan desain ulang pekerjaan dapat membantu bisnis Indonesia untuk bertransformasi dan menjembatani celah antara masa sekarang dan masa depan.

Dunia penuh tekanan

Bisnis Indonesia berada dalam tekanan besar di berbagai sisi. Permintaan domestik jatuh pada masa resesi pertama selama lebih dari dua dekade1. Berbagai bisnis harus menyesuaikan praktik internalnya untuk merespons RUU ciptakarya terkait tempat kerja yang baru-baru ini dipublikasikan oleh pemerintah dan negara ini mengalami angka kasus dan kematian COVID-19 tertinggi di Asia Tenggara2.

 

Di masa penuh guncangan ini, salah satu dari sedikit kepastian yang dimiliki bisnis adalah kebutuhan untuk terus beradaptasi dengan mendesain ulang dengan mengingat bahwa fokus utamanya adalah masa depan.

 

Berdasarkan Global Talent Trends Study 20203 oleh Mercer, pekerjaan dan cara kita bekerja berevolusi dengan cepat, namun paradigma kerja tidak mengikuti perkembangan itu. Penelitian menunjukkan hanya 29% para ahli SDM memprioritaskan desain ulang pekerjaan tahun ini, sementara itu 89% pekerja terbuka terhadap cara kerja yang dapat diubah, dan lebih lanjut, 43% perusahaan bersikap transparan mengenai dampak multifaset kecerdasan buatan (AI) dan Otomasi pekerjaan.

 

Di Indonesia, bukti yang mendukung desain ulang pekerjaan dan organisasi juga terlihat jelas. Teten Masduki, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah baru-baru ini berujar, "Bisnis yang dapat bertahan dan berkembang selama pandemi ini adalah bisnis yang memiliki kehadiran online"4, tetapi banyak bisnis Indonesia, meski dalam terobosan cepat belakangan ini, masih dalam tahap awal digitalisasi. Kini bisnis harus berpikir tentang cara berpartisipasi dalam ekosistem dan ekonomi yang senantiasa berubah.

 

Seberapa baik bisnis Anda akan beroperasi di masa depan, atau bahkan jika keberlangsungan bisnis bergantung pada seberapa mampu Anda kalibrasi ulang sekarang.

 

Organisasi proaktif tidak lagi memangkas biaya secara remedial selagi menekan karyawan yang bahkan telah merasa tertekan untuk meningkatkan produktivitas. Organisasi ini melakukan pendekatan menyeluruh, mendesain ulang organisasi dan pekerjaan sesuai keperluan, untuk membangun ketangguhan dan mencapai hasil jangka panjang yang lebih baik.

Lima tantangan inti yang Mercer atasi melalui desain ulang pekerjaan dan organisasi:

  1. Kesiapan Masa Depan: Menyiapkan organisasi untuk memenuhi permintaan pasar dan tren industri yang selalu berubah sembari berinovasi dan mengambil langkah terdepan dalam persaingan.

  2. AI & Otomasi: Memanfaatkan dan mengintegrasikan kecanggihan teknologi guna mengoptimalkan efisiensi dan produktivitas tenaga kerja.

  3. Keterampilan Masa Depan: Menemukan dan menumbuhkan talenta dan pembekalan keterampilan baru pada tenaga kerja guna memenuhi kebutuhan di masa depan.

  4. Harapan Kerja Baru: Beradaptasi terhadap harapan kerja yang berubah-ubah dan menerapkan protokol kerja yang aman demi membangun organisasi yang terus berkembang.

  5. Kelincahan Talenta: Melakukan transformasi praktik talenta dan menyelaraskan operasi SDM dengan kebutuhan bisnis.

Studi kasus Mercer:

 

Klien: Rantai ritel kalangan atas

Masalah: Proses, sistem dan teknologi kuno yang berfungsi dengan baik di masa lalu kini memakan waktu, membatasi dan membebani tenaga kerja dangan tugas yang tidak perlu dan bernilai rendah.

Studi kasus Mercer:
Studi kasus Mercer:

 

Hasil: Solusi berkemampuan teknologi dan manusia-sentris kita menghasilkan:

 

  • Pengalaman pelanggan yang lebih baik
  • Karyawan yang bebas meningkatkan keterampilan serta menunjukkan kinerja bernilai tinggi dan pekerjaan serta tugas yang jauh lebih terlibat
  • Kepuasan kerja karyawan meningkat
  • Branding perusahaan meningkat
  • Otomasi pekerjaan kasar sehingga mengurangi repetisi volume
  • Pelacakan inventaris yang 100% aktif dan real-time
  • Kontrol stok yang lebih baik sehingga mengarah pada kontrol biaya lebih baik pula

Keuntungan desain ulang organisasi

Model perusahaan tradisional dengan pengawasan tinggi, silo yang kaku dan proses pengambilan keputusan atas-bawah adalah hal yang kuno. Model tersebut berfokus pada pengelolaan perubahan yang dapat diprediksi dalam ekosistem yang cenderung stabil. Dalam kondisi yang tidak dapat diprediksi seperti yang sedang kita alami, kekakuan tidak akan dapat membuat berkembang.

 

Kini organisasi perlu menjadi lincah dalam model dan praktiknya. Pengambilan keputusan, jika terdesentralisasi, misalnya, menimbulkan respons yang lebih cepat terhadap perubahan pasar. Tenaga kerja jarak jauh yang didesain dengan baik, di sisi lain, dapat membantu perkembangan stimulasi interaksi rekan yang akan mencetuskan inovasi. Selain itu, riset menunjukkan bahwa organisasi yang lincah mencapai sentrisitas pelanggan yang lebih besar, waktu lebih cepat untuk memasarkan, pertumbuhan pendapatan lebih tinggi, biaya lebih rendah, dan tenaga kerja yang lebih partisipatif

Mengapa desain ulang pekerjaan?

Ketakutan yang belum terbukti dalam desain ulang pekerjaan adalah hal ini dapat menyebabkan hilangnya pekerjaan. Nyatanya, desain ulang pekerjaan sering kali menghasilkan tenaga kerja yang lebih terlibat dengan membebaskan karyawan dari pekerjaan kasar. Kuncinya adalah dalam integrasi teknologi dengan keterampilan dan pekerjaan, bukan menerapkannya sebagai alat terpisah.

Untuk membentuk tim manusia-mesin yang sukses, penting untuk mengajukan pertanyaan penting ini bersama dengan pemetaan strategi teknologi:

 

  • APA SAJA pekerjaan yang perlu dilakukan dan apa yang dapat dilakukan lebih baik dengan adanya teknologi.
  • BAGAIMANA pekerjaan harus dilakukan serta bagaimana kinerja dapat diukur dan dihargai.
  • SIAPA yang perlu menyampaikan pekerjaan.

Pertimbangan penting saat menjalankan desain ulang pekerjaan yang efektif meliputi:

  • Bisnis: Strategi, persaingan (pangsa pasar, tawaran bersaing), pendorong pendapatan dan biaya Anda.
  • Pengalaman Konsumen: Perilaku membeli serta nilai dan pengalaman yang diinginkan.
  • Tenaga Kerja: Proposisi nilai, peluang perkembangan dan model penghargaan.

Berubahlah hari ini demi masa depan lebih cerah

 

Jika Anda mencoba terus maju tanpa desain ulang, Anda menjalankan risiko permintaan berlebihan dari sumber daya yang telah tertekan, sehingga membuat Anda nantinya tidak mampu merespons fase pertumbuhan ekonomi yang sangat cepat seiring membaiknya perekonomian. Anda juga berisiko kehilangan kemampuan untuk mengapitalisasi tren mendatang karena organisasi Anda tidak cukup lincah untuk melakukan kapitalisasi.

 

Indonesia adalah ekonomi terbesar Asia Tenggara. Kita memiliki tenaga kerja muda dan dinamis[1] - profil yang memiliki potensi untuk beradaptasi dengan perubahan secara lebih mudah. Terlepas dari tantangan besar yang ditimbulkan oleh COVID-19, kita kini memiliki peluang untuk menyusun ulang citra dan menciptakan kembali masa depan kita, dan Mercer hadir untuk membantu Anda mendesain masa depan itu.


Christ Oliver
Consulting Manager, Mercer

Berdiskusi dengan konsultan Mercer