• Kenaikan gaji karyawan lintas industri di Indonesia pada tahun 2020 diprediksi sebesar 7,6% (dibanding 7,2% pada tahun 2019)
  • Tren penambahan karyawan diprediksi akan melambat, dengan 36% perusahaan berencana menambah karyawan, dibanding 43% pada tahun 2019

 

Jakarta, Desember 2019 – Mercer hari ini mengumumkan hasil “Total Remuneration Survey 2019”, sebuah studi tahunan yang mempelajari tren remunerasi serta membuat prediksi perekrutan dan kenaikan gaji karyawan untuk tahun 2020. Berdasarkan studi tersebut, kenaikan gaji karyawan di industri-industri utama pada tahun 2020 diprediksi sebesar 7,6%, dan tingkat inflasi juga diprediksi meningkat menjadi 3,3%1 (dari 2,9% pada tahun 2019).

 

Prediksi dibuat berdasarkan partisipasi 569 perusahaan lintas industri di Indonesia (bertambah dari 545 perusahaan tahun lalu). Selain itu, Mercer juga melakukan survei rutin untuk mengetahui dampak dari perubahan iklim bisnis yang terjadi dengan cepat, kompensasi, dan tren ketenagakerjaan.

 

TREN PEREKRUTAN

 

Tren perekrutan karyawan di Indonesia tahun 2020 diprediksi akan melambat, dengan 36% perusahaan berencana menambah karyawan, dibanding 43% pada tahun 2019. Dengan mempertimbangkan tingkat turnover dan ekspansi, diperkirakan akan ada 52.000 karyawan yang masuk dan keluar perusahaan. Industri yang paling banyak melakukan penambahan tenaga kerja adalah jasa keuangan dan teknologi.

 

“Indonesia memiliki sekitar 180 juta tenaga kerja pada tahun 2019, dengan 63 juta di antaranya berusia antara 20 hingga 35 tahun. Pada saat yang sama, ekonomi digital berkembang pesat di negara-negara Asia Tenggara, dan Indonesia memimpin di antara negara-negara tersebut. Tren-tren ini akan membentuk ekonomi kita di masa depan,” kata Astrid Suryapranata, Career Business Leader Mercer Indonesia.

 

 “Mercer menemukan beberapa pekerjaan baru di pasar, antara lain pemasaran digital/internet, pemasaran e-commerce atau belanja online, analisis data dan intelijen bisnis, infrastruktur cloud (IAAS), teknik konfigurasi otomasi proses robot dan pemrograman, dan sains (analisis R&D dan bio informatika),” tambahnya.

 

Di antara seluruh industri, tingkat karyawan yang mengundurkan diri secara sukarela sebesar 7% pada tahun 2019. Industri jasa keuangan mengalami tingkat pengunduran diri terbesar yaitu 14%. Pada tahun 2018, tingkat pengunduran diri berada pada 8%, dengan industri jasa keuangan juga sebagai industri dengan tingkat pengunduran diri terbesar yaitu 12%.

 

Alasan utama karyawan di Asia mengundurkan diri bervariasi, namun tiga alasan utama karyawan mengundurkan diri adalah gaji yang kompetitif, hubungan dengan atasan, serta tidak adanya jenjang karir dan jaminan yang jelas. [Sumber: Mercer Asia Pulse Survey 1H 2019 dan 2019 Global Talent Trends Study]. 

 

PERGESERAN MENUJU KOMPENSASI YANG BERVARIASI 

 

Seiring dengan munculnya posisi baru dan perubahan posisi yang sudah ada karena otomatisasi dan kecerdasan buatan (AI), semakin sulit untuk memenuhi ekspektasi gaji karyawan dan nilai pasar. Berdasarkan Global Talent Trends Study 2019 Mercer, menawarkan kompensasi yang lebih bervariasi menjadi prioritas. Kabar baiknya adalah prioritas HR sudah mencerminkan keinginan karyawan, dan kedua pihak baik HR maupun karyawan setuju bahwa penawaran insentif yang lebih bervariasi dan kompensasi yang lebih beragam kepada karyawan dengan kinerja memuaskan akan membuat perbedaan. Untuk menyelaraskan dengan tujuan bisnis, investasi melalui kompensasi kepada karyawan harus menggambarkan fokus strategis perusahaan. Dalam banyak kasus, hal ini berarti mengambil langkah yang berbeda dengan norma yang berlaku di pasar dan memberikan penawaran yang berbeda untuk memenuhi perubahan kebutuhan karyawan dan tuntutan terhadap keterampilan baru. Perusahaan-perusahaan terkemuka fokus pada penghargaan secara keseluruhan dan memperluas fokus di luar gaji pokok, seperti pengembangan karir, insentif, dan pengakuan.

 

Puneet Swani, Senior Partner and Career Business Leader for the International Region Mercer mengatakan, “Seiring dengan perubahan yang semakin cepat, kita memasuki dunia baru dalam bekerja, perusahaan-perusahaan harus berpikir ulang bagaimana mereka bisa menyesuaikan di masa depan dengan menaruh orang-orangnya dalam inti perubahan. Baik itu digitalisasi, membangun kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan untuk berkompetisi di masa depan, atau menciptakan lingkungan dan budaya kerja yang baik, perubahan dalam cara perusahaan berinvestasi kepada karyawannya akan memberikan imbal balik yang lebih besar kepada bisnis di masa mendatang.”

 

Untuk data dan informasi lebih lanjut terkait Total Remuneration Survey Indonesia 2019, silahkan lihat di sini.

 

Tentang Mercer

 

Mercer menyediakan saran dan solusi berbasis teknologi untuk membantu organisasi memenuhi kebutuhan kesehatan, kesejahteran dan karier di era sumber daya manusia yang dinamis. Mercer memperkerjakan lebih dari 25.000 karyawan di 44 negara, dan perusahaan beroperasi di lebih dari 130 negara. Mercer adalah anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Marsh & McLennan Companies (NYSE: MMC), perusahaan jasa profesional terkemuka di bidang risiko, strategi dan sumber daya manusia, dengan lebih dari 76.000 mitra bisnis dan lebih dari $17 milliar pendapatan tahunan. Melalui bisnisnya yang menjadi pemimpin pasar termasuk Marsh, Guy Carpenter dan Oliver Wyman, Marsh & McLennan membantu klien bernavigasi di tengah lingkungan yang semakin kompleks dan dinamis. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi www.asean.mercer.com. Ikuti Mercer di Twitter @Mercer.

 

Sumber:

 

1. IMA Asia, Asia Pacific Executive Brief, Oktober 2019

CONTACT INFORMATION